- Lembaga Survei Indonesia melaporkan 73,9 persen masyarakat meyakini Indonesia masih tegak berdiri sebagai negara demokratis pada April 2026.
- Sebanyak 69,8 persen responden menyatakan kepuasan terhadap implementasi demokrasi dan kebebasan hak sipil yang berjalan di Indonesia.
- Survei nasional yang melibatkan 2.020 responden ini dilaksanakan pada 4 hingga 12 Maret 2026 dengan margin of error.
Suara.com - Di tengah dinamika politik nasional, mayoritas masyarakat Indonesia nyatanya masih menaruh kepercayaan penuh terhadap sistem demokrasi di Tanah Air.
Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkap fakta menarik: sebanyak 73,9 persen responden meyakini Indonesia masih tegak berdiri sebagai negara demokratis.
Temuan ini menjadi sinyal kuat bahwa legitimasi sistem demokrasi di mata publik masih sangat kokoh. Masyarakat menilai mekanisme fundamental seperti pemilu, kebebasan berpendapat, hingga proses pergantian kekuasaan tetap berjalan pada koridornya.
“73,9 persen menyatakan Indonesia demokratis,” ujar Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, saat merilis hasil survei bertajuk “Evaluasi dan Komitmen Publik terhadap Pancasila” di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).
Rapor Hijau Tingkat Kepuasan
Djayadi merinci bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari persepsi publik yang beragam. Sebanyak 12,3 persen responden menilai kondisi Indonesia saat ini "sangat demokratis", sementara mayoritas sebesar 61,6 persen menganggapnya "cukup demokratis".
Tak hanya soal status negara, tingkat kepuasan publik terhadap implementasi demokrasi juga menunjukkan tren positif. Secara total, hampir 70 persen responden mengaku puas dengan cara demokrasi dijalankan di Indonesia.
“69,8 persen menyatakan puas terhadap jalannya demokrasi di Indonesia,” tulis LSI dalam paparan resminya.
Secara detail, kepuasan tersebut terdiri dari 9,5 persen responden yang merasa "sangat puas" dan 60,3 persen "cukup puas". Di sisi lain, terdapat 25,2 persen responden yang menyatakan kurang puas, 2,2 persen tidak puas sama sekali, dan sisanya 2,8 persen memilih tidak menjawab.
Baca Juga: Survei LSI: Edy Rahmayadi Kalah Unggul, Elektabilitas Menantu Jokowi Tiba-tiba Melejit
Salah satu poin paling impresif dalam survei ini adalah tingginya angka kepuasan terhadap kebebasan menjalankan agama, yang menyentuh angka 92 persen (33 persen sangat puas dan 59 persen cukup puas).
Selain itu, hak-hak sipil lainnya juga mendapatkan apresiasi tinggi dari publik:
- Kebebasan Berkumpul/Berserikat: 83 persen puas.
- Kebebasan Berpendapat: 75 persen puas.
- Kebebasan Pers & Media Sosial: 75 persen puas.
- Kritik Pemerintah: Hampir 70 persen publik merasa puas menyuarakan kritik.
- Perlindungan Hukum: 70 persen responden puas terhadap jaminan perlindungan dan kesetaraan di depan hukum.
Metodologi Survei
Survei nasional LSI ini digelar pada medio 4–12 Maret 2026. Populasi survei mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih (usia 17 tahun ke atas atau sudah menikah).
LSI melibatkan 2.020 responden yang dipilih secara acak melalui metode multistage random sampling. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen, survei ini memiliki margin of error yang cukup kecil, yakni di angka ±2,2 persen. (Antara)
Berita Terkait
-
Alarm 84 Persen: Penolakan Gen Z Pilkada Lewat DPRD dan Bahaya Krisis Legitimasi
-
Bicara Perbaikan Demokrasi, Prabowo Singgung Pilkada Negara Tetangga: Gubernur-Bupati Dipilih DPRD
-
Pemungutan Suara Pilkada Jakarta Tinggal 1 Bulan Lagi, 40 Persen Warga Belum Tentukan Pilihan
-
Jubir Sumringah Kesempatan Anies Jadi Cagub Kembali Terbuka, Pilkada Jakarta Disebut Bakal Kompetitif
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
KPK Dalami Alasan Bupati Kuansing Beri Amplop ke Menhut Raja Juli
-
Pakar UGM Ingatkan Mutasi ASN Tak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Menteri
-
FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya
-
Ada Pihak Coba Adu Domba? Kapolri di Mabes TNI: Silakan Langsung Berkomunikasi, Kami Terbuka!
-
Perancang Masjid Istiqlal hingga Monas Friedrich Silaban Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
-
Macet 850 Meter! Pembetonan Jalan Kebon Sirih 'Caplok' Dua Lajur Hingga September
-
Detik-detik Mahasiswa Hadang Mobil Berpelat Dinas Kejaksaan, Tuntut Transparansi Kasus Eks Jampidsus
-
Jangan Pilih Kasih! Kejagung Didesak Segera Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Derita Berlipat Ibu Korban Little Aresha: Berjuang Sembuhkan Trauma Anak Sekaligus Diri Sendiri
-
Pramono Anung Minta Ancaman Teror Bom di Srengseng Sawah Didalami, Sekolah Harus Tetap Jalan