Suara.com - Tim pencari Australia yang memburu pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Samudera Hindia sedang mempertimbangkan kapan akan meluncurkan robot bawah air guna membantu pencarian.
Para pencari yakin mereka sudah berada di lokasi yang tepat, 1.670 kilometer sebelah barat laut Perth. Keyakinan itu didasarkan pada sejumlah sinyal akustik yang mereka deteksi di lokasi tersebut. Diduga, beberapa dari sinyal itu berasal dari kotak hitam MH370.
Karena pesawat sudah hilang lebih dari sebulan, maka diduga baterai black box sudah melemah, atau bahkan habis. Untuk itu, pencarian akan difokuskan dengan menggunakan robot bawah air yang dilengkapi dengan teknologi sonar dan kamera.
"Pekerjaan ini dilanjutkan dengan upaya mempersempit area pencarian bawah air pada saat Kendaraan Bawah Air Tanpa Awak diluncurkan," kata tim pencari Australia, hari Minggu (13/4/2014). (Reuters)
Berita Terkait
-
Dua Pakar dari Malaysia Dikirim ke Badan Koordinasi Pencari MH370
-
Liverpool Berikan "Jersey" untuk Anak Kepala Pramugari MAS MH370
-
Departemen Penerbangan Sipil Malaysia Bantah Kopilot MH370 Lakukan Panggilan Telepon
-
MH370 Dibajak dengan "Remote control" Bukan Spekulasi yang Tak Berdasar
-
Kopilot MH370 Sempat Berupaya Menelepon dari "Handphone"-nya
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO
-
Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik
-
Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian
-
Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman
-
Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya
-
Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
-
Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri
-
Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali