Suara.com - Sebanyak 465 personel kepolisian dikerahkan Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, untuk mengawal rangkaian perayaan Paskah.
"Pengamanan Paskah ini akan kita mulai dari Kamis (17/4) hingga Minggu (20/4) yang akan datang. Lebih dari setengah kekuatan yang ada kita kerahkan semua," ujar Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo di Bekasi, Kamis (17/4/2014) malam.
Menurutnya, agenda pengamanan tersebut akan diintensifkan pada rangkaian perayaan Paskah yakni Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah. Siswo mengatakan, pengamanan yang dilakukan dengan konsep terbuka dan tertutup dengan melibatkan pihak Gereja yang melaksanakan kegiatan Paskah.
"Ancaman sabotase dan ancaman terorisme masih menjadi perhatian dan prioritas keamanan dalam pengamanan hari paskah kali ini," katanya.
Ancaman lainnya yang perlu diawasi adalah penyusup yang menginginkan kekacauan jalannya Misa Paskah. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya akan melakukan pengamanan maksimal di setiap gereja.
"Hampir semua gereja yang ada di wilayah Bekasi melakukan kegiatan Paskah. Nantinya di setiap gereja akan ada sepuluh personel kepolisian lengkap dengan peralatan metal detector," katanya.
Pantauan Antara di Gereja Galaxy, Bekasi Selatan melaporkan, sejumlah polisi nampak mulai melakukan pengamanan gereja di wilayah tersebut.
Sejumlah polisi nampak ditempatkan mulai dari sekitar area gereja hingga pengawasan intel di luar lingkungan gereja. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis
-
Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor
-
Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta
-
Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung
-
Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus
-
Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum
-
Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah
-
Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar
-
Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer
-
Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan