Suara.com - Langkah PPP dan Partai Gerindra berkoalisi memang akhirnya terwujud juga untuk mengumpulkan suara dukungan mengusung Prabowo maju menjadi calon presiden.
Tapi sayangnya suara gabungan ini mungkin belum cukup untuk melewati ambang batas suara nasional 20 persen seperti amanat undang undang pemilu.
Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, Gerindra meraup suara sekitar 11 persen, sementara PPP cuma kebagian sekitar 6 sampai 7 persen.
Itu artinya jika perolehan suara dua partai ini digabungkan, paling banter hanya menyentuh angka 18 persen saja dan masih kurang dari ambang batas.
Gerindra masih membutuhkan minimal satu gerbong koalisi lagi dari partai kelas menengah agar bisa lolos Parliamentary Treshold.
Ketua Umum Gerindra Prabowo sendiri sudah sesumbar sedang melirik dan mengupayakan satu gerbong koalisi besar dalam konferensi pers bersama dengan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Jumat (18/4/2014).
“Dan kemungkinan kekuatan kita akan bertambah dalam suatu koalisi besar yang menempatkan kepentingan bangsa Indonesia di atas kepentingan gologan,” ujarnya lagi.
Hal ini berbeda dengan koalisi terbuka antara PDI Perjuangan dan Nasdem. Suara kedua partai itu sudah cukup di atas 20 persen untuk memajukan Joko Widodo sebagai calon presiden.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi