Suara.com - Biro Keselamatan Transportasi Australia memastikan benda yang ditemukan di pantai barat Australia tidak terkait dengan pesawat Malaysia Arlines MH370. Kemarin, serpihan yang diduga benda yang berasal dari MH370 ditemukan di dekat pantai Augusta, sekira 300 km sebelah selatan Perth.
Benda tersebut ditemukan oleh warga dan sudah diserahkan kepada polisi. Biro Keselamatan Transportasi Australia langsung mengeksaminasi foto dari benda yang ditemukan tersebut untuk memastikan apakah berasal dari MH370 yang hilang sejak 8 Maret lalu.
Foto benda itu juga sudah dikirimkan kepada tim penyidik dari Malaysia. Kepala Biro Keselamatan Transportasi Australia Martin Dolan mengatakan, hasil eksaminasi menunjukkan bahwa benda tersebut bukan berasal dari MH370.
“Kami sudah melakukan eksaminasi dengan hati-hati terhadap foto yang diberikan polisi kepada kami. Hasil eksaminasi menunjukkan bahwa benda itu tidak bisa memberikan petunjuk dalam menemukan MH370. Biro Keselamatan Transportasi Australia akan terus mengejar segala petunjuk agar bisa menemukan MH370,” kata Dolan.
Benda yang diduga puing MH370 itu ditemukan dekat Augusta, sekitar 300 km (186 mil) sebelah selatan Perth. Sumber dari Angkatan Pertahanan Australia mengatakan hal itu kepada CNN. Sumber tersebut juga menggambarkan terdapat paku keling di satu sisi seperti lapisan serat kaca.
Ketika ditanya bentuk dan skala objek, sumber itu menggambarkan sejenis persegi panjang, namun robek dan cacat. Namun, ia sulit memperkirakan ukuran karena mereka hanya melihat satu foto tanpa skala yang jelas.
Objek yang menarik itu kini berada di bawah pengawasan badan kepolisian di Australia Barat. Namun mereka tidak mau berkomentar tentang temuan ini karena bagian dari penyelidikan federal. (AFP/CNN)
Berita Terkait
-
Benda Asing yang Diduga Serpihan MH370 Ditemukan di Pantai Australia
-
JACC: MH370 Harus Ditemukan, Berapa pun Biayanya
-
Tim Pencari Mulai Ragu MH370 Jatuh di Samudera Hindia
-
MH370 Hilang 45 Hari, Keluarga Sudah Bisa Tuntut Boeing dan MAS
-
Selesai Jelajahi Lokasi Pencarian MH370, Bluefin-21 Berhenti Mencari?
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras
-
Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran