Suara.com - Polisi segera memeriksa tenaga pengajar Sekolah Jakarta International School(JIS) terkait kasus kekerasan seksual yang terjadi di sekolah tersebut pada bulan Februari hingga Maret 2014 lalu.
Rencananya polisi memeriksa kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan beberapa guru. Demikian disampaikan oleh Kombes Pol Rikwanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Senin(28/4/2014).
"Akan kita periksa dari pihak sekolah yaitu tenaga pengajar.Di sana ada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan beberapa guru," kata Rikwanto.
Lebih lanjut Rikwanto mengatakan, pemeriksaan bertujuan untuk mendalami sistem yang berlaku di sekolah tersebut.
"Untuk mendalami sistem yang berlaku di sana, baik pengasuhan maupun pola pengajaran ditambah dengan hal-hal yang berkaitan dengan keamanan dari pada murid-murid yang bersekolah di sana," jelas Rikwanto.
Sampai kini polisi memeriksa ke-28 pekerja outsourcing JIS. Dari jumlah itu, 4 orang jadi tersangka baru, termasuk salah satu tersangka perempuan, Afriska.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, dua tersangka baru menderita penyakit herpes, sementara satu tersangka lagi karena terbukti melakukan tindakan sodomi terhadap anak TK di JIS. Dia adalah Azwar, tersangka yang sudah meninggal karena bunuh diri pada Sabtu(26/4/2014) kemarin.
Total tersangka kasus pelecehan seksual hingga saat ini ada 6 orang. Lima orang masih ditahan di tahanan Mapolda Metro Jaya, sedangkan satu tersangka lainnya sudah meninggal.dunia karena bunuh diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?