Suara.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD datang ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (5/5/2014).
Kedatangan Mahfud untuk menjadi saksi di sidang dengan tersangka mantan Ketua MK Akil Mochtar dalam kasus dugaan suap sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten.
Mahfud mengaku siap memberikan keterangan yang ia ketahui tentang kasus tersebut.
"Apa saja yang ditanya nanti dijawab," kata Mahfud di Pengadilan Tipikor.
Sebelumnya, bakal calon presiden dari PKB tersebut diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Akil Mochtar. Dalam pemeriksaan waktu itu, Mahfud menyebut ada brangkas yang dibuat Akil dan berada di dinding ruang karaoke rumah dinas Akil.
Akil membantah keterangan Mahfud soal brankas. Namun, dalam proses persidangan, penjelasan Mahfud ternyata benar.
Ditanya apakah Mahfud akan menjelaskan ulang keberadaan brankas di rumah Akil di persidangan, ia mengaku akan menyerahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.
"Terserah jaksa mau tanya. Apa saja yang ditanya saya siap. Kan tidak boleh merahasiakan," kata Mahfud.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat