Suara.com - Mantan Ketua Mahkamah Kostitusi (MK) Mahfud MD sempat ditanya perihal gaji per bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Olivia Sembiring. Pertanyaan ini ditujukan untuk mengetahui jumlah gaji Mahkamah Konstitusi (MK).
"Satu bulannya Rp120 juta, setahun Rp1,5 miliar. Total penambahan kekayaan selama menjabat Ketua MK selama 4 tahun totalnya Rp6 Miliar," kata Mahfud dalam sidang lanjutan terdakwa Akil Mochtar atas dugaan suap sengketa Pilkada Lebak, di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (5/5/2014).
Dia mengatakan, total kekayaannya ini didapatkan hanya berasal dari gaji dan honor penanganan perkara. Dia pun menegaskan, kekayaannya ini didapat bukan dari usaha yang dijalankan.
"Saya tidak punya usaha apapun. Murni dari gaji. Sehingga itu kalau kekayaan lebih dari itu, saya korupsi," katanya.
Angka Rp120 juta, kata Mahfud, merupakan total dari gaji pokok (gapok) dan tunjangan, serta honor penanganan perkara. Besaran honor penanganan perkara, kata Mahfud mencapai Rp5 juta satu perkara hingga putusan.
Jaksa juga sempat menanyakan apakah Mahfud mengetahui berapa gaji yang diterima Akil Mochtar selama menjadi hakim Konstitusi dan Ketua MK. Mahfud pun menegaskan, total keseluruhan gaji Ketua MK dengan Hakim MK tidak terlalu jauh. Kata Mahfud, jaraknya hanya sebesar Rp10 juta.
"Beda ketua dengan hakim biasa hanya beda Rp10juta. Semua komponen sama. Bedanya tunjangan ketua," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan