News / Nasional
Senin, 05 Mei 2014 | 20:44 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (5/5). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Hakim Suwidya mencecar pertanyaan seputar ruang karaoke yang berada di rumah dinas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) di Widya Chandra, Jakarta, kepada mantan Ketua MK Mahfud MD.

Namun, Mahfud membantah bila ruang tersebut disebut ruangan karaoke. Sebab, menurutnya, itu ruang biasa yang diberi bahan kedap suara.

"Tidak ada. Itu yang disebut ruang karaoke adalah kamar tidur biasa yang kemudian saya beri DVD Player dan seperangkat monitor. Nah itulah yang kemudian disebut ruang karaoke karena di tembok-tembok itu dipasang alat peredam agar suaranya tidak mengganggu keluar," kata Mahfud.

Hal itu dikatakan saat bersaksi untuk Akil Mochtar dalam sidang lanjutan kasus suap Pilkada Banten yang bersengketa di MK, yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (5/5/2014).

Ruangan ini sempat menjadi masalah, sebab di sana ditemukan uang senilai Rp2,9 miliar yang berbentuk mata uang pecahan asing di dalam lemari yang tersembunyi di dinding. Uang ditemukan saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan.

Mahfud mengatakan ruangan itu sudah ada sejak pertama kali ia tinggal di sana, Agustus 2008. Bahkan ruangan tadi sudah ada sejak jaman Ketua MK sebelumnya, Jimly Asshidiqie.

"Itu nampaknya dulu jaman Pak Jimly, itu tempat tidur, tempat menyimpan baju, karena ada hanger, dan tempat buku-buku," tuturnya.

Mahfud mengatakan di ruangan itu memang terdapat lemari, tempat uang Akil ditemukan KPK. Lemari itu, kata Mahfud, berukuran sekitar 1,5 meter dengan tinggi dua meter dan berfungsi sebagai lemari biasa.

"Kalau pintu (lemari) terbuka pasti terlihat ada lemari. Karena itu kotak-kotak bisa meletakkan DVD, juga gantung baju. Kalau ditutup kelihatan tembok," tuturnya.

"Lemari itu melekat ke tembok. Itu fisiknya dan itu hanya ditambah alat peredam yang harganya tidak mencapai Rp2 juta. Dan pintu itu bisa dibuka sehingga seakan-akan kelihatan tembok kalau dari luar tapi sebenarnya itu lemari yang melekat seperti di hotel-hotel," Mahfud menambahkan.

Load More