Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan selain dirinya tidak ada kader Partai Golkar lagi yang mendapat persetujuan partainya untuk menjadi calon presiden atau calon wakil presiden.
Bila ada kader Golkar yang ingin maju menjadi capres atau cawapres, maka yang bersangkutan harus menanggalkan atribut Partai Golkar. Hal ini sesuai dengan mandat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) VI di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (18/5/2014).
"Secara resmi Golkar hanya mengirimkan satu nama untuk capres-cawapres, yaitu Aburizal Bakrie (ARB). Tapi bila ada yang mengajukan, dia tidak bisa menggunakan atribut Golkar dan harus menanggalkan jabatannya, baik legislatif atau struktural Golkar," kata Aburizal.
Rapimnas yang berlangsung selama tujuh ham tadi menghasilkan tiga poin. Pertama Partai Golkar mencalonkan Aburizal Bakrie menjadi capres atau cawapres.
Kedua, menyerahkan keputusan arah koalisi kepada Aburizal. Dan ketiga, dengan ditetapkan keputusan Rapimnas VI, maka keputusan rapimnas sebelumnya tidak berlaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan