Suara.com - Juru Bicara mantan peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Gita Wirjawan, Ade Armando, mengungkapkan kalau mantan menteri perdagangan itu mengaku cocok dengan platform yang diusung capres Joko Widodo (Jokowi) ketimbang Prabowo Subianto.
Ade yang dihubungi suara.com sore ini, Jumat (23/5/2014), menyebut soal program ekonomi kerakyatan Jokowi lebih pas dengan pandangan Gita yang pernah menjabat menteri dan jabatan dalam birokrasi lainnya.
“Konsep ekonomi kerakyatan yang masih bisa sejalan dengan ekonomi dan investasi asing,” jelas Ade.
Meski mengaku cocok, menurut Ade, Gita belum mau diajak bergabung dengan tim Jokowi-Jusuf Kalla (JK) dalam tim kampanyenya.
“Pak Gita, untuk sementara ini beliu masih netral, tidak mau berada dalam kubu manapun,” jelasnya lagi.
Sebelumnya Ade menjelaskan kalau Gita masih melihat berbagai kemungkinan untuk memilih salah satu pasangan yang dianggapnya terbaik, namun tidak mau terlibat dalam urusan politik.
“Tujuannya untuk kepentingan masyarakat luas, bukan yang berkaitan dengan politik,” ujar Ade.
“Pak Gita tidak menentukan target waktu (bergabung dengan calon), tapi yang pasti siap jika maksudnya adalah kepentingan rakyat,” tambahnya.
Hingga kini dari sebelas peserta konvensi Partai Demokrat baru Anies Baswedan yang disebut sudah lebih dulu menentukan pilihan membantu salah satu dari pasangan capres cawapres.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs