Suara.com - Tim bulutangkis Jepang akan fokus pada Asian Games 2014, setelah tim putra menjuarai Piala Thomas dan tim putrinya sebagai runner up Piala Uber di New Delhi, India, 18-25 Mei.
"Tugas saya adalah menyiapkan pemain untuk ke Asian Games tahun ini," kata pelatih tim bulutangkis Jepang, Park Joo-bong di New Delhi, Minggu (26/5/2014).
Usai mengantar timnya mengalahkan Malaysia 3-2 di final Piala Thomas, Park mengatakan bahwa ada sejumlah agenda bagi para pemain Jepang, termasuk meraih medali emas pada Asian Games di Incheon, Korsel, dan kejuaraan dunia bulutangkis 2015.
"Kami akan meningkatkan kemampuan pemain-pemain kami untuk bisa masuk pada level-level atas dunia," kata mantan pebulutangkis Korea yang kini bertugas di Jepang itu.
Upaya tersebut, katanya, sangat berat mengingat mereka harus bersaing dengan pemain-pemain top dari Tiongkok, Korea, Malaysia, dan Indonesia.
Berkaitan dengan perjuangan berat melawan Malaysia di final Piala Thomas, Park mengatakan bahwa pada pertandingan tersebut ia meminta pemainnya untuk bisa konsentrasi di bawah tekanan lawan.
"Kami sangat senang bisa melaluinya dan untuk pertama kalinya bisa menjadi juara Piala Thomas," katanya.
Sementara itu pemain andalan Jepang Kenichi Tago menyatakan sangat bangga timnya bisa menjadi juara untuk yang pertama kalinya.
Namun hal tersebut, katanya, belum seberapa dibanding dengan Tiongkok, Indonesia dan Malaysia untuk telah berkali-kali menjadi juara.
"Oleh sebab itulah kami juga ingin bisa mempertahankan Piala Thomas pada kejuaraan berikutnya," kata pemain nomor empat dunia itu. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban