News / Nasional
Kamis, 28 Mei 2026 | 18:54 WIB
ilustrasi pembunuhan. Unsplash
Baca 10 detik
  • Seorang WNA asal Korea Selatan berinisial S ditemukan meninggal dunia bersimbah darah di rumahnya, Tambun Selatan, Bekasi.
  • Korban ditemukan oleh putrinya pada Rabu, 27 Mei 2026, dengan dugaan luka akibat kekerasan benda tajam dan tumpul.
  • Polsek Tambun Selatan sedang melakukan penyelidikan, autopsi jenazah, serta berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta.

Suara.com - Warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan berinisial S (66) ditemukan tewas bersimbah darah di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kapolsek Tambun Selatan Wuryanti mengatakan, S ditemukan tewas oleh putrinya di dalam rumah pada Rabu (27/5/2026) sore.

"Ya kronologinya kemarin sore jam 03.00, beliau ditemukan oleh putrinya. Sudah dalam kondisi meninggal," kata Wuryanti saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).

"Betul (korban ditemukan) sendiri di rumah. Betul (kondisi bersimbah darah)," imbuhnya.

Ilustrasi pembunuhan, mutilasi, pembantaian, jenazah, mayat, sadis, penjahat, perampok, pisau (Freedigitalphotos/Simon Howden)

Dari hasil penyelidikan sementara, kata Wuryanti, korban diduga mengalami luka akibat benda tajam maupun benda tumpul di tubuhnya.

"Masih dalam penyelidikan ya, sedang diautopsi. Iya, ada (kekerasan) benda tumpul, diduga ya. Ya, diduga benda tumpul dan benda tajam," jelasnya.

Wuryanti mengatakan, pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan dan telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Korea Selatan terkait kasus tersebut.

"Kemudian polisi melakukan langkah-langkah penyelidikan, karena beliau warga negara asing, kami sudah berkoordinasi memberitahukan ke Kedubes (Korsel). Di Kedubesnya yang ada di Jakarta," jelasnya.

Saat ini, jasad korban masih menjalani proses autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Baca Juga: Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya

“Nah, hari ini sedang dilaksanakan autopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya," tandasnya.

Load More