Suara.com - Militer Thailand menahan seorang mantan menteri yang menjabat pada pemerintahan Thailand sebelumnya. Sang mantan menteri ditangkap setelah dirinya secara terang-terangan menyebut kudeta militer sebagai bencana bagi negara.
Pascakudeta, Chaturon Chaisang, sang mantan Menteri Pendidikan memang menjadi buron. Dirinya belum memenuhi panggilan militer sejak terjadinya kudeta pada 22 Mei pekan lalu.
Chaturon ditangkap di sebuah tempat yang digunakan untuk berkumpul oleh para awak media. Saat kawanan serdadu Thailand muncul, Chaturon mencoba terlihat tenang.
"Mereka hanya melakukan tugas mereka," kata Chaturon saat dirinya dibawa pergi oleh tentara.
Chaturon hanyalah satu dari sekian banyak menteri dari kabinet mantan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra yang ditangkap. Namun, sebagian besar, termasuk Yingluck, sudah dibebaskan, meski pergerakan mereka terus diawasi.
Sebelum ditangkap, Chaturon mengatakan, kudeta yang dilakukan militer hanya akan memperburuk konflik politik dalam negeri.
"Saya yakin mulai sekarang akan banyak penangkapan, masyarakat akan berada dalam situasi yang kian buruk. Perekonomian pun akan memburuk jika kita biarkan para pengkudeta ini melakukan apa yang mereka suka. Ini akan menjadi bencana," kata Chaturon.
"Mereka punya kelemahan yang mencolok. Mereka tidak punya pengetahuan atau pengalaman untuk menjalankan sebuah negara. Mereka tidak punya dukungan dari komunitas internasional maupun rakyat Thailand," imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintahan Thailand diambil alih oleh junta militer Thailand. Militer juga mengklaim telah mendapat restu dari Raja Thailand Bhumibiol Adulyadej untuk menjalankan pemerintahan. (Reuters)
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Antrean Panjang Berburu Tiket Planetarium Jakarta, Jakpro Janji Benahi Layanan
-
Menko Yusril Sebut KUHP dan KUHAP Baru Sebagai Penanda Berakhirnya Hukum Pidana Kolonial
-
BNI Dukung Danantara Hadirkan Hunian Layak bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang
-
Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas
-
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Kejagung Tegaskan Siap Laksanakan
-
Jawaban Dasco Setelah Dengarkan Curhat Pilu Bupati Aceh Utara Ayahwa
-
Ciptakan Ruang Aman Pascabencana, 'Zona Anak' Hadir di Aceh Tamiang
-
Tinggi Air Pintu Pasar Ikan Turun, Genangan Rob di Depan JIS Ikut Surut
-
Luka Lama di Tahun Baru: Saat Pesta Rakyat Jakarta Berubah Jadi Arena Tawuran
-
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku Hari Ini, DPR: Selamat Menikmati!