Suara.com - Pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 hampir mustahil ditemukan. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh seorang pakar ilmu kelautan dari Universitas New South Wales, Australia.
Menurut Erik van Sebille, sang pakar ilmu kelautan, MH370 mustahil dilakukan karena tidak ada petunjuk baru untuk membantu pencarian di bawah laut.
"Hampir mustahil untuk menemukan pesawat itu jika tidak ada petunjuk baru," kata Dr. van Sebille seperti dikutip News Australia.
"Jika tidak ada petunjuk lain... lalu saya rasa kita tidak punya harapan," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, tim pencari akan memperluas wilayah pencarian, setelah upaya yang dilakukan selama ini tidak membuahkan hasil. Kini, luas wilayah pencarian mencapai 60.000 kilometer persegi. Tim pencari yang dipimpin Australia masih yakin pesawat MAS MH370 ada di Samudera Hindia.
"Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) mengatakan pencarian di sekitar lokasi penemuan denyut sinyal kini dianggap sudah selesai dan, pesawat MH370 dipastikan tidak ada di lokasi tersebut," kata tim yang bertanggung jawab dalam pencarian.
Pesawat MH370 hilang sejak 8 Maret silam. Pesawat yang terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing itu membawa 227 penumpang dan 12 kru. (Mirror)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
Terkini
-
Kemenkes dan Polri Peringatkan Bahaya Whip Pink atau Gas N2O: Bisa Sebabkan Kematian
-
Musim Hujan Makin Panjang, IDAI Ingatkan Orang Tua Jangan Paksa Anak Sakit ke Sekolah
-
Nama Jokowi Diseret dalam Kasus Kuota Haji Gus Yaqut, PSI Kasih Pembelaan
-
Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat
-
Kejagung Buka Suara soal Penggeledahan Rumah Eks Menteri KLHK Siti Nurbaya
-
Meski Kasus Ditutup, Polisi Tetap Telusuri Asal Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah
-
Terkuak! Polisi Temukan Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah
-
Kejari Sleman Resmi Hentikan Perkara Hogi Minaya, Suami yang Bela Istri dari Jambret
-
Usai Diperiksa KPK, Gus Yaqut Bantah Beri Kuota Haji Khusus ke Maktour
-
Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polisi Resmi Hentikan Penyelidikan Kematian Lula Lahfah!