Suara.com - Purnawirawan Jenderal TNI Djoko Santoso mengungkapkan alasannya mendukung calon presiden Prabowo Subianto, antara lain karena ia dan Prabowo memiliki kesamaan cara pandang mengenai pendekatan stabilitas.
Stabilitas yang dimaksud mantan Panglima TNI itu mencakup stabilitas politik, sosial, keamanan serta ketertiban masyarakat.
"Khusus dari analisis intelijen, saya melihat Prabowo - Hatta bila terpilih di pilpres, maka nanti pemerintahan akan kuat karena mereka mendapat dukungan dari mayoritas partai politik peserta pemilu," kata Djoko di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014).
Saking pro dengan Prabowo, Djoko mengakui putra sulungnya diberi nama Pandu. Pandu adalah nama sandi pertempuran yang dipimpin Prabowo.
Pasangan Prabowo dan Hatta selama ini mendapat dukungan dari sebagian mantan prajurit. Begitu juga dengan pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla, mereka juga mendapat sokongan dari para purnawirawan jenderal TNI/Polri.
Di bursa Pemilu Presiden 2014, Prabowo - Hatta mendapat nomor urut satu. Sedangkan Jokowi - JK mendapatkan nomor urut dua.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
Terkini
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan