Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menargetkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla bisa mendapatkan suara minimum 50 persen dari Jawa Tengah di Pemilu Presiden pada 9 Juli 2014.
"Target Jateng ada yang ngomong 60 ada 70, tapi yakinnya menang," tutur Ganjar ketika mengikuti rapat koordinasi di kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014).
Ganjar yang juga berperan sebagai koordinator pemenangan Jokowi-JK di Jawa Tengah menambahkan pada saat ini, tiga pilar, yakni eksekutif, legislatif, dan struktural sudah siap memenangkan Jokowi-JK.
Ganjar optimistis dengan sistem seperti itu, Jokowi mendapatkan persentase dukungan yang lebih besar dibandingkan yang diperoleh kompetitor.
"Sekarang kita memetakan masing-masing dan target harus lebih tinggi dari perolehan saya (Pilkada Jawa Tengah)," katanya.
Strategi pemenangan yang akan dilakukan, kata Ganjar, dengan mengedukasi publik, yaitu selalu menyampaikan program dan profil Jokowi - JK.
Jokowi - JK merupakan pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKB, Hanura, dan PKPI. Pasangan peserta pilpres lainnya, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, yang didukung oleh Partai Gerindra, PPP, PKS, PAN, Golkar, dan PBB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?
-
KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando
-
Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris
-
Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal
-
Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI
-
13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara
-
Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil
-
Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok
-
Puan Maharani Meradang! Kecam Skandal Pelecehan Seksual di UI, IPB, dan ITB