Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Kamis (5/6/2014), menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi pejabat Kementerian Agama (Kemenag).
Kepala Bagian Pemberitaan dan Infomasi KPK, Priharsa Nugraha, mengungkapkan, ketiganya bakal diminta keterangannya sebagai saksi untuk mantan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2012-2013.
Ketiga saksi yakni Sri Ilham Lubis sebagai Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Khazan Faozi sebagai mantan Kasubdit Biaya Penyelenggaraan Haji atau Sekretariat Ditjen Pelayanan Haji Umroh, dan Suryo Panilih sebagai Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji, Dit Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama.
"Semua diperiksa untuk SDA (Suryadarma Ali)," ujar Priharsa.
KPK hingga saat ini belum memastikan jumlah kerugian negara atas kasus dugaan korupsi tersebut, namun juru bicara KPK Johan Budi sempat mengungkapkan perkiraan dana penyelenggaraan haji pada periode 2012-2013 hingga Rp1 triliun.
SDA sendiri telah ditetapkan KPK sebagai tersangka pada Kamis 22 Mei 2014, setelah sebelumnya dimintai keterangan beberapa kali di Gedung KPK.
Selain SDA, KPK juga sudah meminta keterangan kepada Mantan Dirjen Haji dan Umroh Anggito Abimanyu yang disebut sejumlah media bisa terkait dalam kasus ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat