Suara.com - Rencana Israel membangun sekitar 3.000 rumah baru bagi warga Yahudi di kawasan menuai kritik dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, dan Uni Eropa. Pembangunan pemukiman di tanah Palestina yang diduduki Israel itu merupakan respon terhadap pembentukan pemerintahan baru Palestina.
Departemen Luar Negeri AS melalui juru bicaranya menyatakan langkah yang diambil Israel justru berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Palestina.
"Seperti yang selalu kami utarakan, aksi-aksi semacam ini sangat tidak membantu dan kontraproduktif dalam mewujudkan kesepakatan bersama kedua negara... Kami masih memandang bahwa pemukiman-pemukiman tersebut tidak sah dan mendesak kedua belah pihak mengurangi tindakan-tindakan yang tidak membantu sehingga meningkatkan ketegangan serta mementahkan upaya pencarian solusi bersama," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Marie Harf.
"Sulit dipahami bagaimana pemukiman-pemukiman ini berkontribusi terhadap perdamaian," imbuhnya.
Senada dengan AS, Inggris dan Prancis juga melontarkan kritik kepada Israel. Menteri Luar Negeri Inggris William Hague menyesalkan langkah Israel tersebut, sementara pemerintah Prancis, melalui sebuah pernyataan mengatakan, pembangunan pemukiman adalah hambatan bagi pembicaraan damai Israel-Palestina.
"Pemukiman-pemukiman itu ilegal di mata hukum internasional dan merupakan hambatan bagi terciptanya solusi damai kedua negara," bunyi pernyataan tersebut.
Uni Eropa juga angkat bicara. Serikat ekonomi dan politik itu mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan Israel.
"Kami menyerukan pada pemerintah Israel untuk mengurungkan keputusan yang telah diambil dan memusatkan segala daya upaya untuk memulai kembali perundingan damai," kata Uni Eropa melalui sebuah pernyataan di Brussel, Belgia.
Uni Eropa, sama seperti AS, juga sudah mengutarakan niatnya bekerja sama dengan pemerintah Palestina. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Daftar Harga HP Xiaomi Agustus 2026, Lengkap Redmi dan POCO
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dasco: Dwikewarganegaraan Diaspora Akan Diberlakukan Terbatas dan Sangat Selektif
-
Dasco Jamin PDIP Tak Ditinggal di RUU Pemilu: Mereka Fraksi Terbesar
-
Prabowo Minta Anak 1 SD Belajar Bahasa Asing, DPR Ingatkan Tantangan Guru dan Fasilitas
-
Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor
-
Cerita di Balik Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi, Dari Refleksi Kemerdekaan Hingga Obrolan Politik
-
Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung
-
Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun
-
Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan