Suara.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku senang karena konteks persidangan kasusnya semakin jelas.
"Ya buat saya makin jelaslah konteks persidangan ini, saya berterima kasih kepada keduanya, karena telah bersedia memberikan keterangan," kata Anas setelah mendengarkan keterangan dari dua saksi, Wafid Muharam dan Paul Nirwan, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/7/2014).
Semakin jelas yang dimaksud Anas ialah karena dalam pemeriksaan saksi, khususnya ketika dia meminta konfirmasi tentang status PT Duta Graha Indah yang dalam dakwaan jaksa diminta mundur oleh Anas, namun ternyata berdasarkan keterangan Paul Nirwan, PT DGI tidak lulus prakualifikasi.
"Nah apalagi, setelah dikonfirmasi tentang DGI, DGI itu mundur atau tidak lulus? ternyata, kan tidak lulus prakualifikasi, buat apa disuruh mundur, iya, kan, kalau tidak lulus prakualifikasi," kata Anas.
Menurut Anas saksi yang dihadirkan oleh JPU KPK juga tidak ada relevansi dengan dirinya karena yang dikatakan saksi tentangnya merupakan keterangan 'katanya.' Apa yang saksi dengar berasal dari orang lain dan menurut Anas hal tersebut tidak benar.
"Dari dua saksi tadi, Pak Wafid Muharam dan Pak Paul Nirwan, jelas tidak ada relevansinya dengan saya. Sejauh menyangkut saya, itu adalah keterangan katanya-katanya," kata Anas.
"Aku rapopo," Anas menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Bertemu Dubes Filipina, Yusril Jajaki Transfer Narapidana dan Bahas Status WNI Tanpa Dokumen
-
Dianggap Menista Salat, Habib Rizieq Minta Netflix Hapus Konten Mens Rea
-
Antisipasi Banjir, Pramono Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta
-
Mengapa KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka Korupsi?
-
Polda Metro Gerebek Clandestine Lab Etomidate di Greenbay Pluit, WNA Tiongkok Jadi Peracik!
-
Roy Suryo Endus Manuver 'Balik Kanan' Eggi Sudjana soal Ijazah Jokowi, Ada Apa?
-
Pendukung Israel Minta AS Segera Caplok Greenland, RUU Aneksasi Sudah Disiapkan
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
KPK Geledah Kantor DJP, Amankan Dokumen dan Uang 8.000 SGD
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY