Suara.com - Mantan Manajer Keuangan PT Adhi Karya M Arif Taufiqurrahman mengungkap rincian pemberian uang ke mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Arif yang bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (26/6/2014), merinci uang yang dikirimkan terbagi atas lima tahap, dua diantaranya untuk Kongres Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat.
"Ada Rp500 juta yang saya meminta atas nama saya. Dan Rp 500 juta, Rp500 juta serta Rp10 juta atas nama Pak Tengku Bagus (Mokhammad Noor)," ujar Arif.
Arif menjelaskan, keseluruhan uang yang berjumlah Rp2,010 miliar tersebut diberikan untuk Anas, sementara untuk Kongres Partai Demokrat diberikan Rp1 miliar dan diberikan dalam dua tahap.
Adapun perantaranya yaitu Sofie dan Munadi Herlambang dan Rp10 juta, menurut pengakuan Tengku Bagus kepadanya, digunakan buat biaya hiburan Anas.
"Di tempat kami bon sementara adalah prosedur untuk mengeluarkan uang. Uang muka yang diistilah kami marketing fee di bon sementara. Jadi dengan adanya permintaan dari owner proyek disampaikan ke kami, lalu minta persetujuan dari bon sementara. Yang mengajukan bon sementara yang menulis (peruntukkannya)," jelasnya lagi.
Kemudian Ketua Majelis Hakim Haswandi sempat menanyakan maksud bon sementara dengan kode AU.
"Berkaitan bon 1 juni 2010, kemudian dana Rp500 juta dengan kode AU? Apa maksudnya?" tanya Hakim Ketua Haswandi.
Arif menjelaskan bahwa kode AU tersebut merupakan inisial dari Anas Urbaningrum. Kemudian Ketua Hakim Haswandi juga menanyakan maksud keterangan yang ada dalam bon tersebut tertulis sumbangan suara.
"Kalau itu untuk pemilihan di Kongres Partai Demokrat yang di bandung," ujar Arif
Anas didakwa melakukan pencuncian uang dan diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lain, berupa 1 unit mobil Toyota Harrier B 15 AUD senilai Rp670 juta, 1 unit mobil Toyota Vellfire B 69 AUD senilai Rp735 juta, serta uang Rp116,525 miliar, dan 5,261 juta dolar Amerika Serikat.
Anas juga disebut mendapat fasilitas survei gratis dari PT Lingkaran Survei Indonesia senilai Rp478, 632 juta. Selain itu, Anas didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang sebesar Rp20,8 miliar dan Rp3 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Berkas Perkara Taufik Hidayat Resmi Masuk Kejati Jabar
-
Dirut Pindad Beri Bocoran Motor Listrik Prabowo: Diluncurkan 13 Agustus
-
7 Cara Ampuh Menghilangkan Luka Bekas Knalpot, Jangan Tunggu sampai Menghitam
-
Jung Ho Yeon Susul Ryu Jun Yeol Dilirik Bintangi Serial Netflix 'Outback'
-
Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram
-
Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?