Suara.com - Pangdam VII/Wirabuana Mayor Jenderal TNI Bachtiar menyatakan bahwa pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) yang tinggal beberapa hari lagi ini sudah harus dimatangkan. Dia pun menyebut tingkat kewaspadaan pada level siaga satu.
"Mulai hari ini, kita nyatakan tingkat kewaspadaan pada Pilpres ini berada pada level siaga satu dan semua prajurit harus waspada demi lancarnya proses demokrasi ini," jelasnya usai menggelar video conference dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jend TNI Budiman di Makodam VII/Wirabuana, Makassar, Minggu (6/7/2014).
Bachtiar mengatakan, status siaga satu yang ditetapkannya itu hanyalah bentuk kewaspadaan terhadap semua potensi yang kemungkinan bisa terjadi, meskipun dirinya menyatakan jika kondisi keamanan di wilayah teritorialnya itu dalam kondisi aman.
Kepastian kondisi keamanan yang disebutkannya itu didapatkan setelah dirinya mengunjungi beberapa daerah dan bertemu bawahannya, tokoh-tokoh agama, masyarakat, adat serta pemangku kepentingan lainnya.
Perwira tinggi itu juga mengaku jika dirinya sering berkoordinasi dengan semua jajarannya mulai dari tingkat Komando Regional Militer (Korem), Kodim dan Koramil untuk memastikan kondisi keamanan warga.
"Saya setiap saat selalu berkoordinasi dengan anak buah saya di seluruh jajaran, sambil memberikan penekanan untuk melaporkan segala sesuatunya kepada saya supaya bisa cepat dikendalikan," katanya.
Selain itu, dalam penyiagaan itu, dirinya menurut Bachtiar, mengerahkan 3.000 personelnya untuk membantu polisi jika sewaktu-waktu polisi membutuhkan bantuan keamanan dalam pilpres itu.
"Sebanyak 3.000 personel ini hanya disiagakan saja dan tidak akan turun langsung dalam pengamanan, karena itu sudah diatur dan polisi sebagai penanggungjawab penuh. Kita hanya akan mengerahkan personelnya kalau ada permintaan," katanya.
Bukan cuma prajuritnya yang disiagakan, pihaknya juga menyiapkan empat unit Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) berupa tank Anoa, empat unit mobil tempur, dan puluhan unit sepeda motor yang digunakan personel untuk memantau pangamanan di lapangan.
"Seluruh personel Kodam VII/Wirabuana diterjunkan dalam pengamanan pilpres tersebut dan termasuk Korem, Kodim dan Koramil. Kita berharap pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014 dalam keadaan aman dan tidak ada kendala," harapnya.
Pangdam menyebutkan, ribuan prajurit tersebut akan mengamankan di wilayah teritorial Kodam VII/Wirabuana seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
"Prajurit Kodam pada kegiatan pengamanan Pilpres tersebut sifatnya hanya membantu atau mem-backup pihak Polda yang bertugas. Kita yakin Polda juga mampu dalam melaksanakan tugas pengamanan Pilpres tersebut," ucapnya.
Pangdam menyatakan, mengenai daerah yang dianggap rawan dalam pilpres tersebut, juga telah diantisipasi prajurit TNI AD bekerja sama dengan kepoolisian.
Mayjen Bachtiar juga menambahkan, prajurit TNI-AD di lingkungan Kodam VII/Wirabuana tetap netral pada Pilpres 9 Juli 2014 dan seperti saat Pemilihan Umum Legislatif bulan April 2014.
"Netralitas pada Pilpres tersebut merupakan harga mati bagi prajurit dan tidak boleh dilanggar karena itu sudah menjadi kehendak rakyat maupun negara," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK