Suara.com - Dubes Amerika Serikat (AS), Robert O Blake Jr, mengatakan Indonesia memiliki masa depan yang menjanjikan. "Masa depan Indonesia sangat menjanjikan, cerah dan penuh harapan, maka itu Amerika Serikat ingin bekerja sama dengan Indonesia," kata Blake saat menghadiri kunjungannya ke Sekolah Smart Ekselensia Dompet Dhuafa di Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (14/7/2014).
Blake mengatakan, sejak masa transisi 1998 sampai saat ini perkembangan Indonesia sangat menonjol. Indonesia tumbuh berbeda dengan negara-negara muslim yang ada di dunia, baik di Asia maupun Timur Tengah.
Menurut dia, Indonesia sudah banyak mencapai kemajuan, terlebih saat ini Pemilu Presiden telah selesai dilaksanakan. "Pemilu berjalan lancar, aman terkendali. Kondisi Indonesia yang beragam mampu meredam konflik, tidak seperti di Timur Tengah yang sedang dilanda konflik," katanya.
Menurut Blake, hal inilah yang membuat Indonesia sangat menonjol bagi dunia internasional. "Makanya Amerika Serikat sangat ingin bekerja sama dengan Indonesia terutama di bidang pendidikan," ujarnya.
Blake sangat mengapresiasi keberadaan Sekolah Smart Ekselensia Dompet Dhuafa yang dibangun dari sumbangan dana umat. Menurutnya program tersebut dapat membantu menangani persoalan kemiskinan dan pendidikan di Indonesia.
Ia berharap keberadaan Dompet Dhuafa dapat terus didukung, sehingga anak-anak miskin di Indonesia bisa menikmati pendidikan.
"Karena pendidikan itu penting untuk membangun bangsa," ujarnya.
Blake juga berpesan kepada anak-anak Sekolah Smart Ekselensia untuk terus melanjutkan pendidikan dengan penuh semangat. (Antara)
Berita Terkait
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG
-
APPI Bongkar 188 Kasus Tunggakan Gaji Pemain, Nilainya Tembus Rp10,8 Miliar Lebih
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT