Suara.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membantah adanya laporan dari pasangan nomor urut satu terkait adanya indikasi kecurangan di 5.800 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Anggota Bawaslu Nelson Simanjutak menyatakan menurutnya indikasi kecurangan itu tidak ada.
"Kalau indikasi kecurangan sebetulnya tidak ada," Kata Nelson di sela-sela perhitungan rekapitulasi suara hari kedua, di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (21/7/204).
Nelson juga menjelaskan terkait rekomendasi Bawaslu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena ada indikasi pemilih yang memberikan hak suaranya lebih dari satu. Namun kemarin itu telah dilakukan pemungutan suara ulang di 13 TPS.
"Cuma kemarin kami merekomendasikan itu, cuma karena melihat ada satu orang memberikan suara lebih dari satu, maka kami akan merekomendasikan pemungutan suara ulang," ujar Nelson.
Lebih lanjut Nelson menyatakan, setelah dilakukan pemungutan suara ulang di beberapa TPS di Jakarta telah terjadi penurunan pemilih.
"Kita melihat di 13 TPS yang diulang. Penurunan jumlah pemilih dari yang lain, ini juga akan menurunkan demokrasi kita sendiri. Tidak ada alasan hukum untuk pemungutan suara ulang, kecuali yang dikatakan tadi, (misalnya) lebih dari satu orang pemilih memberikan hak suara lebih dari satu," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap
-
KUHAP Baru Berlaku Besok, YLBHI Sebut Indonesia Darurat Hukum
-
Demokrat Tegaskan SBY Difitnah, Ancam Penjarakan Akun TikTok Penyebar Isu Ijazah Jokowi
-
Sabu 50 Kg Disamarkan Label Durian, Kurir Ditangkap sebelum Masuk Kampung Bahari
-
Ternyata Ini Alasan Bupati Karawang Lantik Ratusan ASN pada Malam Tahun Baru
-
Kolaborasi Kementerian PU dan TNI Pastikan Jembatan Darurat Krueng Tingkeum Aman Dilalui Warga