Suara.com - Seorang wanita yang mengaku anggota Paskhas TNI AU membuat heboh kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (22/7/2014). Perempuan bernama Retno Rahayu akhirnya diamankan kepolisian dan dibawa ke Polsek Menteng.
Informasi yang dihimpun, perempuan yang menggunakan berhijab putih, terusan berwarna hijau dan bertas ransel, masuk gedung KPU.
Dia sempat mengganti pakaiannya dengan seragam loreng-loreng. Setelah berseragam loreng dia sempat melakukan aksi pengamanan di Kantor KPU ini. Curiga dengan tindakan tersebut, aparat kepolisian pun segera mengamankan perempuan itu.
Kepada polisi Retno mengaklu, dirinya memang bekerja di KPU. Dia masuk dengan menggunakan kartu Paskhas TNI AU.
"Saya tidak menyamar, saya sudah 10 tahun di KPU. Saya dari anggota TNI dari Halim Perdana Kusuma," ujar Retno saat digiring menuju mobil Polisi, Selasa (22/7/2014).
Sementara itu, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo membantah wanita yang mengaku anggota Pasukan Khas TNI Angkatan Udara itu berhasil masuk ke dalam Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menurut Hendro, wanita yang bernama Retno Rahayu itu belum sempat masuk ke ruang pleno dan langsung diamankan di luar gedung KPU.
"Ketika mau masuk tidak bisa menunjukan identitas, jadi kami amankan. Terlebih memakai pakaian loreng, kami masih dalami motifnya," ujar Hendro di lokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut
-
Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang
-
Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?
-
Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur
-
Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026