Suara.com - Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengimbau agar tiap PO bus menyediakan dua sopir untuk mengantarkan para penumpang sampai ke tempat tujuan.
Hal itu untuk memperhatikan kesehatan para sopir bus demi kenyamanan, keselamatan dan keamanan perjalanan pemudik.
"Setiap PO bus harus memiliki double sopir, tidak boleh hanya satu sopir sampai ke tempat tujuan. Tetap semuanya dua sopir bergantian sehingga keselamatan tetap bisa dijamin," ujar E.E. Mangindaan saat memantau terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (23/7/2014).
Selain itu Mangindangan juga meminta untuk tidak memberangkatkan sopir bus yang belum beristirahat, karena sopir yang menyopir dalam kondisi kelelahan dapat membahayakan keselamatan penumpang.
Terkait dengan keselamatan penumpang, Kepala Terminal Bus Pulogadung Muhammad Arafat, mengatakan bahwa setiap sopir bus yang hendak berangkat membawa penumpang mudik, wajib menjalani tes urin.
"Tes urin ini wajib dilakukan oleh setiap sopir bus yang akan berangkat, dan berlaku untuk semua PO bus. Kami harus memastikan bahwa sopir yang mengemudi dalam keadaan sehat sehingga tidak membahayakan keselamatan penumpang," ujar Arafat.
Tidak hanya sopir, namun semua kondektur juga diwajibkan untik menjalani tes urin. Terminal Bus Pulogadung juga menyediakan pos kesehatan yang diperuntukkan bagi pengujung dan pemudik. Pos kesehatan ini dilengkapi dengan fasilitas seperti laboratorium, tenaga kesehatan, serta obat-obatan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT