Suara.com - Negara Islam, yang semula bernama Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIL), memerintahkan semua perempuan di Mosul, kota di Irak yang mereka kuasai, untuk mengenakan kerudung berpenutup wajah. Jika menolak, mereka akan diberikan hukuman berat.
"Ketentuan yang dikenakan soal berpakaian dan berdandan diberikan hanya untuk mengakhiri kebejatan akibat berdandan dan berpakaian berlebihan," sebut Negara Islam dalam sebuah pernyataannya.
"Ini bukan pembatasan kebebasan, tapi untuk mencegah mereka (kaum perempuan) dipermalukan dan mencegah kevulgaran atau menjadi tontonan orang lain," lanjut pernyataan tersebut.
Seorang ulama di Mosul menceritakan bagaimana sejumlah tentara Negara Islam mendatangi masjidnya dan memintanya membacakan peringatan itu dengan menggunakan alat pengeras suara.
"Siapapun yang tidak mematuhi aturan ini dan termotivasi pada keglamoran akan dikenakan sanksi dan hukuman berat, demi melindungi masyarakat dari bahaya dan untuk mempertahankan kepentingan agama serta melindunginya dari kebejatan," bunyi seruan Negara Islam itu.
Selain penutup wajah, mereka juga memerintahkan para perempuan agar mengenakan penutup tangan dan kaki. Mereka juga diminta tidak memakai pakaian ketat, juga parfum.
Sebelumnya, mereka juga melarang perempuan untuk berjalan sendiri tanpa kawalan seorang lelaki. Para pemilik toko juga diminta menutupi manekin pajangannya dengan kerudung lengkap dengan penutup wajahnya.
Para pemberontak yang menguasai Mosul sejak beberapa bulan lalu itu secara sistematis menghapus pengaruh budaya yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. Pemberontak yang sudah mengumumkan pembentukan kekalifahan di Irak dan Suriah itu berencana memperluas kendali mereka hingga ke ibukota Irak, Baghdad.
Amerika Serikat dan Irak memperkirakan ada sekitar 3.000 tentara Negara Islam di Irak. Jumlah tersebut diramalkan akan bertambah hingga 20.000 personel karena mereka melakukan perekrutan anggota baru. (Reuters)
Tag
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan