- Pengunjung Monas mengalami ban kempes pada Minggu (22/3/2026) setelah diarahkan parkir oleh oknum juru parkir liar.
- Kepala Dishub DKI Jakarta menyatakan tindakan pengempesan ban adalah upaya penertiban parkir liar di badan jalan sekitar Monas.
- Dishub mengklaim telah mengarahkan masyarakat parkir di fasilitas resmi seperti IRTI Monas, Gambir, atau Lapangan Banteng.
Suara.com - Kawasan Monumen Nasional (Monas) kembali menjadi sorotan setelah sebuah video keluhan pengunjung viral di media sosial.
Seorang perempuan menceritakan pengalaman pahitnya saat mendapati ban kendaraannya kempes usai parkir di area tersebut pada Minggu (22/3/2026).
Dalam unggahannya, pengunjung asal luar kota itu mengaku awalnya diarahkan oleh sejumlah oknum yang diduga merupakan juru parkir liar.
Namun, rasa aman itu seketika sirna saat ia mendapati puluhan mobil di lokasi yang sama mengalami nasib serupa secara mendadak.
Tak hanya dikempeskan, beberapa kendaraan bahkan dilaporkan kehilangan pentil ban sehingga tidak bisa langsung diisi angin di lokasi.
Pengunjung tersebut merasa sangat dirugikan lantaran hanya mengikuti arahan juru parkir tanpa mengetahui risiko pelanggaran di lapangan.
Ia pun berharap pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan, dapat memberikan klarifikasi sekaligus menindak tegas oknum yang meresahkan tersebut.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, akhirnya angkat bicara pada Senin (23/3/2026).
Syafrin menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penertiban agar masyarakat tidak lagi nekat memarkir kendaraan sembarangan.
Baca Juga: Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya
"Kami sudah melakukan sosialisasi dan menghimbau warga untuk tidak parkir di badan jalan," ujarnya.
Syafrin juga mengklaim bahwa Dishub DKI telah berupaya maksimal dalam memberikan edukasi serta mengarahkan pemilik kendaraan ke fasilitas yang sudah disediakan.
"Petugas senantiasa mengarahkan kendaraan untuk parkir di IRTI Monas atau lokasi lain yang ada ruang parkir, seperti Gambir atau Lapangan Banteng," imbuh Syafrin.
Kendati demikian, fenomena jukir liar yang lihai membujuk pengunjung masih menjadi tantangan besar bagi otoritas setempat di lapangan.
Masyarakat kini diimbau untuk lebih mawas diri dan selalu memastikan kendaraannya berada di lokasi parkir resmi demi menghindari sanksi pengempesan ban.
Berita Terkait
-
Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya
-
Kenapa Ban Mobil Sering Pecah saat Arus Mudik? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
-
Bahaya Abaikan Kondisi Ban Saat Mudik Lebaran Bridgestone Siapkan Layanan Cek Gratis
-
Tips Sederhana Rawat Mobil Mazda Sebelum Lakukan Perjalanan Mudik Lebaran 2026
-
Pemkot Jakpus Bersih-bersih Parkir Liar dan PKL di Thamrin City dan Plaza Indonesia
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel
-
Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB