Suara.com - Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) pulang kampung ke Solo, Jawa Tengah, sejak Jumat hingga Minggu, 25-27 Juli 2014. Saat ini, dia ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya. Kepulangannya ke Solo ini merupakan pertama kalinya setelah dia menjadi Presiden Republik Indonesia terpilih.
"Ini mau nengok anak. Sehari nengok anak terus kembali ke Jakarta. Ya namanya anak, kangen dong. Berapa bulan nggak ketemu," kata Jokowi di Pasar Notoharjo, Solo, Sabtu (26/7/2014).
Dia juga tidak lupa memberi sungkem kepada ibundanya, Sudjiatmi. Gubernur DKI Jakarta ini juga diberikan beberapa wejangan dari sang bunda.
"Jangan berubah. Kerja yang baik. Pesan-pesan yang sederhana tapi kalau dimaknai secara dalam," katanya.
Namun, Jokowi akan melewatkan Lebaran di rumah. Sebab, saat Idul Fitri nanti, Jokowi akan berada melakukan open house di Kantor Balai Kota Jakarta. Dengan begitu, dia akan melewatkan surabi dan lontong opor buatan sang bunda, makanan favorit lebarannya.
"Hari pertama (Lebaran) di Jakarta. Hari kedua mungkin di Solo," tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Jokowi juga ditanya soal akankah dirinya memboyong keluarganya ke Istana saat menjadi Presiden nanti. Dia mengatakan, keluarganya memiliki kesibukan sendiri sehingga tak akan diajak tinggal di Istana.
"Nggak, di Solo. Tetap saja lah. Seperti biasa yang di Solo ya di Solo, yang sekolah ya sekolah. Nggak ada yang berubah dan nggak ada yang saya ubah. Karena yang bekerja itu saya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT