Suara.com - Ketua DPP Partai Golkar Bidang Organsiasi dan Kaderisasi Mahyudin, menegaskan Partai Golkar sangat siap untuk menjadi oposisi pada periode pemerintahan lima tahun berikutnya.
Menurut Mahyudin, ada kemungkinan menjadi oposisi, meskipun ada sebagian kader yang tidak terbiasa menjadi oposisi dan ingin tetap berada di dalam pemerintahan.
"Yang tidak siap menjadi oposisi itu bukan Golkar tetapi perorangan. Mungkin ada kepentingan menjadi menteri," tegas Mahyudin..
Mahyudin menegaskan, memang tidak tertutup ada orang per orang dari Golkar yang tidak setuju dengan jalan oposisi.
Mantan Ketua DPD II Partai Golkar Kutai Timur dan DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur ini menegaskan, Golkar ingin membuat sejarah baru dengan berada di luar pemerintahan alias oposisi.
Namun kata dia, meskipun menjadi oposisi, kalau kebijakan pemerintah dan program Jokowi-Jusuf Kalla memang bermanfaat untuk rakyat kita akan dukung dan apresiasi.
Sebaliknya kalau ada yang tidak sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan rakyat, maka akan kita kritik.
"Kalau menjadi oposisi mengontrol dan mengeritiknya akan lebih tajam," tegasnya.
Dalam pemilu presiden lalu, Partai Golkar mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang dinyatakan kalah oleh Komisi Pemilihan Umum. Namun, Prabowo-Hatta sudah menggugat hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?