Suara.com - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dan Forum Aktivis Mahasiswa Sukabumi mengajak rekan-rekannya untuk menjaga kampusnya agar tidak disusupi paham "Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS)".
"Mahasiswa harus bisa memilah dan memilih organisasi untuk menaungi keinginannya, jangan sampai ada oknum yang sengaja menyebarkan paham ISIS ke kampus, karena selama ini mahasiswa selalu menjadi sasaran rekrutmen oleh oknum radikal yang mengatas nama organisasi," kata Ketua FAMS, Yayan Hendayana kepada Antara, Rabu (6/8/2014).
Menurut Yayan, pemerintah dan oganisasi islam lainnya seperti Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah menyebut ISIS tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 atau konstitusi bangsa ini karena pahamnya mengarah ke radikal.
Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh mahasiswa khususnya yang ada di Sukabumi agar mensosialisikan ke rekan-rekannya agar tidak terpengaruh dengan ISIS.
Lebih lanjut ia menyatakan, biasanya oknum yang akan merekrut anggota selalu mengajak mahasiswa dengan berbagai cara seperti memberikan doktrin atau bantuan yang dibutuhkan.
"Mahasiswa adalah kalangan intelektual, jangan sampai ideologinya terpengaruh oleh ajakan yang berpaham radikal seperti ISIS ini, apalagi Indonesia merupakan negara yang kesukuan dan beragam agama, sehingga ISIS tidak layak berkembang di Indonesia," tambahnya.
Yayan juga mengajak kepada organisasi kemahasiswaan lainnya seperti PMII, HMI dan lain-lain untuk bersama-sama menangkal paham ISIS masuk ke kampus dengan berbagai upaya seperti memberikan pemahaman tentang dunia islam dan konstitusi bangsa ini. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend