Suara.com - Tim hukum Komisi Pemilihan Umum menganggap materi gugatan yang disampaikan tim hukum Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ke Mahkamah Konstitusi tidak jelas.
"Itu menurut kami demikian, kabur, tidak konkret, misalnya dia katakan jumlah suara yang benar katakan x, mereka mesti dijelaskan x darimana," kata Ketua tim hukum KPU Adnan Buyung Nasution di MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014).
Contohnya, tim hukum Prabowo-Hatta menyebutkan Prabowo-Hatta memperoleh suara 67.139.153, sedangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla memperoleh suara 66.435.124 suara. Tapi, tim Prabowo-Hatta tidak merinci darimana perolehan suara tersebut.
"Mereka mesti jelaskan, tidak umum saja diambil dari langit," kata Adnan Buyung.
"Mesti dijelaskan daerah mana, dari TPS mana sampai ke tingkat kabupaten dan provinsi. Uraiannya harus lebih konkret, itu masuknya," kata Adnan Buyung.
Sidang untuk sementara diskors karena ada salat Jumat. Sidang akan kembali dilanjutkan pada jam 14.00 WIB nanti.
"Sidang akan dibuka jam 14.00 WIB langsung mendengarkan saksi," kata Ketua MK Hamdan Zoelva.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara