News / Nasional
Jum'at, 08 Agustus 2014 | 11:17 WIB
Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva (tengah). (Antara/Yudhi Mahatma)

Suara.com - Beberapa saat menjelang penutupan sidang untuk memberi kesempatan menjalankan shalat Jumat, Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva menasihati tim hukum Prabowo Subianto-Hatta Rajasa agar berkoordinasi terlebih dahulu sehingga tidak semua pengacara bicara di sidang.

Nasihat tersebut disampaikan ketika salah satu anggota tim hukum Prabowo-Hatta akan memberikan keterangan tentang kasus pembukaan kotak suara di salah satu daerah.

Sebelum dipotong, Hamdan sudah mengingatkannya, tetapi pengacara tersebut tetap saja mencoba bicara.

"Cukup ya, silakan koordinasi dulu dengan tim supaya satu suara. Kalau semua pengacara ngomong, bisa tidak selesai-selesai (sidang)," kata Hamdan.

Setelah itu, pengacara tadi berhenti bicara. Sidang pun dinyatakan ditutup untuk sementara. Sidang akan dilanjutkan jam 14.00 WIB nanti untuk mendengarkan keterangan dari para saksi yang dihadirkan tim hukum Prabowo-Hatta.

Langkah hukum ke mahkamah diajukan oleh tim hukum Prabowo-Hatta yang tidak puas dengan hasil pilpres karena mereka menemukan berbagai kecurangan selama prosesnya sehingga merugikan pasangan capres-cawapres nomor urut satu.

Agenda sidang kali ini adalah untuk mendengarkan jawaban termohon, pihak terkait dan Bawaslu serta pembuktian. Komisi Pemilihan Umum merupakan pihak termohon.

Load More