Suara.com - Ketua Majelis Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshiddiqie, meminta para pihak yang mengadukan perkara dugaan pelanggaran etik oleh KPU untuk melakukan konsolidasi terlebih dahulu.
Hal ini disebabkan karena pengaduan berasal dari satu kubu yang sama, tetapi diajukan oleh orang atau kelompok yang berbeda.
"Yang bersengketa itu sebenarnya pasangan calon nomor urut satu dan nomor urut dua. Jumlah pengadu sebenarnya hanya ada dua, tetapi yang kami terima ada 11. Oleh karena itu, kami minta konsolidasi terlebih dahulu," kata Jimly di Ruang KH M. Rosyidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Jumat (8/8/2014).
Dia juga menyampaikan, bahwa sidang perdana dengan dugaan pelanggaran kode etik KPU dan Bawaslu RI yang digelar hari ini belum terlalu serius, karena baru tahap pemeriksaan.
"Masih bersifat klarifikasi, karena masih ada sidang di MK juga, sebab sidang di sana lebih penting dikarenakan mengenai hasil Pilpres,” ungkap Jimly.
Menurut Jimly, dari sebelas pengaduan yang kini ditangani masih ada yang belum memenuhi syarat. Dia mengusulkan ada konsolidasi hingga Senin (11/8/2014), pekan depan.
"Tolong manfaatkan waktu ini dan penyampaiannya jangan terlalu emosional," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser