Suara.com - Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jalan Soekarno-Hatta, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), Senin (11/8/2014) sekitar pukul 22.00 WIB, mengalami kebakaran. Peritiwa ini diperkirakan mengakibatkan kerugian mencapai miliaran rupiah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di Semarang, Selasa dini hari, api pertama kali terlihat berkobar di lantai dua gedung kantor BRI Kendal tersebut. Sebanyak lima unit kendaraan pemadam kebakaran beserta puluhan petugas pemadam lantas dikerahkan ke lokasi kejadian, untuk memadamkan api yang berkobar.
Saat kejadian, api dilaporkan dengan cepat menjalar dan membakar seluruh benda yang ada di dalam gedung berlantai dua itu. Termasuk di antaranya sejumlah mobil dan sepeda motor inventaris bank, yang gagal diselamatkan oleh petugas satpam BRI Kendal.
Petugas pemadam kebakaran sempat mengalami kesulitan memadamkan api yang membakar seluruh isi bangunan, antara lain karena faktor alam berupa hembusan angin cukup kencang. Selain itu, di bagian bawah gedung kantor BRI Kendal juga diketahui terdapat bahan bakar jenis solar untuk operasional genset.
Api akhirna berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian, namun hingga pukul 02.30 WIB, petugas pemadam kebakaran masih terus berupaya memadamkan titik-titik api yang tersisa, terutama di lantai dua gedung. Petugas juga berusaha menyemprotkan air melalui jendela untuk mengantisipasi runtuhnya atap.
Petugas kepolisian setempat juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kebakaran, guna penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran tersebut.
Menurut Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendal, AKBP Haryo Sugihartono, yang dihubungi melalui telepon, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran di kantor BRI Kendal tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan di lapangan, antara lain dengan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi," ungkapnya menjelaskan. [Antara]
Berita Terkait
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Sikat MU Lima Gol Tanpa Balas, Persib Punya Modal Buat Kalahkan Persebaya
-
Bank Emas Pegadaian Genap Berusia Satu Tahun, Bertekad Menata Masa Depan Investasi Emas Indonesia
-
Derby Banten Milik Dewa United! Jan Olde: Bukan Soal Gaya, yang Penting Tiga Poin
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat