Suara.com - Ribuan warga Israel yang mendukung perundingan perdamaian dengan Otoritas Palestina Sabtu (16/8/2014) turun ke jalan untuk berdemonstrasi di Tel Aviv. Mereka menuntut mengakhiri konflik di Gaza.
Gelombang demonstrasi pro-perdamaian itu, merupakan yang terbesar di Israel sejak dimulainya operasi Protective Edge--operasi serangan militer yang menyebabkan tewasnya 1.980 warga Palestina dan 67 warga Israel--pada 8 Juli lalu.
Unjuk rasa itu digalang oleh partai oposisi berhaluan kiri Meretz, partai komunis Hadash, dan organisasi Peace Now yang menolak pembangunan pemukiman Yahudi di atas tanah sengketa.
Saat ini, Israel dan Palestina pada Sabtu (16/8/2014) kembali memulai perundingan tak-langsung dengan Mesir sebagai mediator untuk menyepakati gencatan senjata jangka panjang sebelum tenggat waktu berakhir pada Senin (188/2014) tengah malam.
Para demonstran mengecam pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena dinilai tidak mau bernegosiasi dengan Otoritas Palestina yang dipimpin Mahmud Abbas.
"Semua kebijakan Netanyahu hanya berkibat pada semakin melemahnya Abbas dan semakin menguatnya Hamas," kata politisi Merets, Nitzan Horowitz.
Sementara itu ketua umum partai Meretz, Zehava Galon mendesak Netanyahu untuk mengundurkan diri.
"Dia telah gagal, baik dalam hal keamanan maupun perdamaian, dia harus mundur," kata Galon. (Antara/AFP)
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Terhalang Mendung dan Hujan, Warga di TIM Saksikan Gerhana Bulan via Streaming
-
Bukan Keracunan MBG! BGN Ungkap Fakta Medis Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara
-
Pramono Anung Obral Hak Penamaan Seluruh Halte di Ibu Kota: Percuma Bagus Kalau Tak Ada Penghasilan
-
Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil
-
Cara Pramono Kikis Jurang Kaya-Miskin di Jakarta: Genjot Beasiswa Luar Negeri dan Pendidikan Tinggi
-
Tepis Rumor Jurnalis Israel, Qatar Tegaskan Tak Ikut Serang Iran: Kami Hanya Membela Diri
-
Polri Pastikan Isu 30 Kilogram Sabu Meleleh Akibat Cuaca Panas Adalah Hoaks
-
Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak
-
Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama
-
Prabowo Evaluasi Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Pasca-Agresi AS ke Iran, Siap Keluar?