- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kunjungan di Glodok (3/3/2026) menekankan pentingnya pendapatan daerah.
- Kebijakan baru mengizinkan pihak swasta mengambil hak penamaan fasilitas transportasi publik di Jakarta.
- Tujuan utama kebijakan ini adalah mengubah aset publik menjadi sumber pendapatan signifikan bagi kas daerah.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melontarkan pernyataan tegas mengenai strategi peningkatan pendapatan daerah saat mengunjungi kawasan Glodok, Jakarta Barat.
Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (3/3/2026) tersebut menyoroti kebijakan baru terkait komersialisasi fasilitas publik di Ibu Kota.
Pramono menekankan bahwa keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya diukur dari kinerja birokrasi, melainkan juga dari kemampuan menghasilkan pendapatan.
"Bagi saya, percuma pemerintahannya baik kalau nggak punya cuan," ujarnya.
Mantan Sekretaris Kabinet ini secara resmi telah membuka peluang bagi pihak swasta untuk terlibat dalam pengelolaan nama fasilitas transportasi.
Kebijakan tersebut mencakup pemberian izin hak penamaan atau naming right untuk seluruh halte yang tersebar di wilayah Jakarta.
Langkah ini diambil agar aset-aset milik pemerintah daerah dapat bertransformasi menjadi sumber pemasukan yang signifikan dan berkelanjutan.
"Dengan demikian, sekarang ini semua halte di Jakarta saya izinkan untuk ada naming right-nya. Makanya haltenya kan berbeda, ada Cappuccino, ada apa, ada apa," jelasnya.
Fenomena munculnya nama-nama unik pada halte bus saat ini merupakan dampak langsung dari kebijakan yang bersifat pragmatis tersebut.
Baca Juga: Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres
Pramono menilai bahwa kemegahan arsitektur sebuah halte akan terasa sia-sia jika tidak memberikan kontribusi nyata bagi kas daerah.
Ia berkomitmen untuk menyulap setiap ruang publik yang potensial agar menjadi instrumen fiskal yang produktif bagi Jakarta.
"Karena apa? Percuma haltenya bagus kalau nggak bisa mendapatkan penghasilan. Sekarang semua tempat saya izinkan untuk bisa mendapatkan cuan," pungkas Pramono.
Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian anggaran Jakarta dalam membiayai berbagai program pembangunan di masa depan.
Berita Terkait
-
Benarkah Gaji Nakes Jakarta Mandek 10 Tahun? Ini Duduk Perkaranya
-
JIS Kini Terhubung ke Ancol dan Stasiun KRL, Anies Baswedan: Alhamdulillah
-
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Oknum ASN Penetap Proyek RSUD Parung Dijebloskan ke Lapas
-
Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
-
Prabowo Masih Menimbang-nimbang Siapa Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
-
Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus
-
DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi
-
Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan
-
3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971
-
Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos