Suara.com - Suasana di sekitar Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, semakin panas, Kamis (21/8/2014) sekitar jam 13.30 WIB. Ribuan pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa masih bertahan di sana dan meminta polisi mengizinkan mereka untuk mendekati gedung Mahkamah Konstitusi.
Tapi, polisi tetap saja tidak mau memberikan izin kepada mereka.
Kapolri Jenderal Jenderal Sutarman dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Dwi Priyatno yang berada di lokasi tersebut terlihat berusaha bernegosiasi dengan perwakilan pendukung Prabowo-Hatta.
Sementara perwakilan mereka bernegosiasi dengan kepala polisi, massa terus meneriakkan yel-yel dukungan kepada Prabowo-Hatta. Bagi mereka, pemenang Pilpres 2014 adalah Prabowo-Hatta. Mereka minta MK membuat keputusan yang adil bagi Prabowo.
Dari atas mobil, orator meminta massa agar jangan melakukan tindakan anarkis.
Kendati orator mengajak massa untuk tetap tenang, sebagian orang tetap saja melakukan aksi-aksi untuk memprovokasi polisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!