Suara.com - Presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) diharapkan mendengar aspirasi para anak dan perempuan Indonesia.
Hal itu diungkapkan Koalisi Indonesia Bisa yang menggelar aksi damai mereka di area Bunderan Hotel Indonesia, Minggu (24/8/2014).
"Hari ini, kita berkumpul di sini untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Kita berkumpul sekeitar 80 elemen masyarakat yang bergabung di Koalisi Indonesia Bisa," ucap Komisioner KPAI," Erlinda di saat CarFreeDay, Minggu (24/8/204).
Dalam aksinya, massa menggalang dukungan dengan mengumpulkan 5 ribu tanda tangan dari warga masyarakat.
Lanjut Erlinda, dirinya mengharapkan Jokowi-JK dapat mendengarkan aspirasi anak, perempuan serta masyarakt Indonesia.
"Misalnya anak jalanan, anak korban peperangan, atau sebagainya. Ini bentuk masyarakat mengawal kabinet. 5 ribu tanda tanda tangan yang hari ini akan segera kita kirim ke anggota dewan maupun ke Pak Jokowi-JK sendiri," tutup Erlinda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!