Suara.com - Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, mendapat hadiah lagu dari komunitas anak jalanan di acara di acara car free day, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/8/2014).
"Hari ini anak jalanan membuat lagu khusus buat pak Jokowi-JK, lagu itu adalah bentuk kecintaan kepada mereka yang akan menjadi pemimpin bangsa ini lima tahun ke depan," kata Komisioner Komisi Perlidungan Anak Indonesia, Erlinda, di Bundaran HI.
Lagu ini, kata Erlinda, sekaligus sebagai suara harapan anak-anak kepada pemerintahan Jokowi-JK agar membawa kebaikan bagi mereka.
"Pemerintah harus bisa mengayomi rakyat. Mereka tidak akan menuntut apapun, semua elemen ini menginginkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menyiapkan anak Indonesia untuk menjadi anak yang unggulan dan bermartabat," katanya.
Erlinda menambahkan pemimpin yang besar adalah pemimpin yang menghargai anak-anak. Sebab, anak-anak merupakan cikal bakal generasi berikutnya.
KPAI juga berharap kepada masyarakat yang selama ini berbeda pendapat agar kembali bersatu setelah lahir pemimpin baru.
"Terjadinya suatu perbedaan yang sangat luar biasa (ketika pilpres), dan sudah saatnya kita gandengan tangan kita bersatu lagi dan bangkit, jadikan perbedaan kekayaan intelektual dan sebuah anugerah dari Tuhan yang kita jadikan perbedaan itu menjadi kuat," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan