Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku puas dengan pencapaian partainya sepanjang menghadapi ajang Pileg dan Pilpres 2014. Namun demikian ternyata PKB sudah punya target lebih dulu buat Pemilu 2019.
"Yang paling menguras adalah program kerja lima tahun mendatang dimana merebut konstituen non NU maksimal," kata Ketum PKB Muhaimin Iskandar di DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2014).
Menurut Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, target terbesar lainnya adalah mempecundangi raihan suara Golkar, yang kini masih dipimpin Aburizal Bakrie.
"Targetnya tidak muluk-muluk, targetnya jelas, PKB bisa mengalahkan Golkar pada (pemilu) 2019," tambahnya.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu mengatakan dalam Mukhtamar PKB akan mengundang salah seorang seniman untuk menginspirasi partainya.
"Dengan target itu semua sistem kerja dilakukan. Maangkanya nanti di muktamar akan menghadirkan seniman untuk beri inspirasi," tambah Muhaimin.
PKB yang masuk di dalam koalisi Joko Widodo dan Jusuf Kalla ini, mengaku partainya tengah disibukan untuk membantu pemerintahan Jokowi-JK selaku presiden dan wakil presiden terpilih RI 2014-2019.
"Yang menyibukkan kita adalah konsep PKB dalam membantu Jokowi (agar) benar-benar operasional, baagimana sekolah, ekonomi" subsidi BBM dan bicara soal ketahanan pangan," tutup Muhaimin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara