Suara.com - Laki-laki berusia 33 tahun dari Rhone, sebuah kota di Prancis harus mendekam di penjara hanya karena menelepon dan mengirim pesan pendek kepada mantan pacaranya.
Ternyata, lelaki ini bukan hanya sekali dua kali menelepon dan mengirim SMS kepada mantan pacarnya itu, tetapi sebanyak 21.807 kali. Dia melakukan hal yang bodoh itu setelah memperbaiki flat tempat sang mantan tinggal.
Tujuannya untuk menelepon dan SMS adalah agar sang mantannya itu bersedia mengucapkan terima kasih karena flatnya sudah diperbaiki. Dia dijatuhi hukuman penjara selama 10 bulan dan denda 1.300 dolar Amerika.
Dia juga diharuskan menjalani perawatan psikis dan tidak boleh lagi melakukan kontak dengan mantan pacarnya itu. Laki-laki yang tidak disebutkan namanya ini sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami depresi.
Ini terjadi setelah hubungan dengan pacarnya itu berakhir pada 2011. Laki-laki itu mengaku ingin mendapatkan kompensasi atas jerih payahnya membenarkan apartemen tempat sang mantan pacarnya itu tinggal.
“Saat itu saya hanya berpikir sampai dia mengembalikan uang atas perbaikan itu atau paling tidak mengucapkan terima kasih, saya tidak akan berhenti menelepon dan SMS,” katanya di pengadilan di Lyon.
Aksi telepon dan SMS secara terus menerus itu berlangsung selama 73 hari. Mantan pacarnya itu sudah berusaha memblok nomor teleponnya. Namun, laki-laki tersebut menelepon orangtuanya dan juga kantor tempat perempuan itu bekerja.
“Aksi teror itu baru berakhir setelah sang perempuan mengucapkan terima kasih dalam sebuah pertemuan yang dirancang oleh mediator. Sejak itu, dia tidak pernah lagi menghubungi mantan pacarnya itu,” kata Manuella Spee, kuasa hukum mantan pacar laki-laki tersebut. (AFP/CNA)
Berita Terkait
-
Jelajah Kuliner Unik di Come See Mie Fest 2026: Kartu yang Bisa Dimakan hingga Mi Earl Grey
-
11 Fakta Unik Piala Dunia 2026 di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat
-
Kisah Maling Mobil Masih Punya Hati Nurani: Putar Balik saat Tahu Ada Anak Kecil Terbawa
-
Siapa Saja Mantan Pacar Zara Adhisty? Ini Perjalanan Asmaranya hingga Menikah dengan Tsaqib
-
Simfoni Kejanggalan dalam Denah: Menyingkap Rahasia Rumah Aneh
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?
-
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat
-
Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa
-
Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak
-
PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar
-
Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara
-
Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?