Suara.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat membantah kabar adanya beberapa gugusan pulau di daerah itu yang masuk dalam daftar penjualan pulau pribadi melalui sebuah situs di internet.
"Tidak ada isu penjualan pulau di NTB, kalau ada seperti itu kita akan tangkap," tegas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Aminollah di Mataram, Senin (8/9/2014).
Ia menjelaskan, berdasarkan Undang Undang 27 tahun 2007, pulau-pulau adalah yang luas daratannya 2.000 kilometer persegi. Sedangkan, pulau kecil adalah yang daratannya masih terekspos ketika pasang air laut tinggi. Oleh karenanya, pulau itu tidak boleh untuk dijual dan tidak boleh dimiliki secara perseorangan.
"Pulau itu hanya boleh untuk dikelola. Yang diperbolehkan itu adalah menyewa tetapi itupun ada aturannya," jelasnya.
Kalaupun ada pulau yang disewa itu, adalah Pulau Panjang yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Saat ini, pemerintah daerah setempat bekerjasama dengan pengusaha asal Jakarta mengelola pulau itu menjadi obyek wisata. Begitu juga dengan Gili Nanggu di Kabupaten Lombok Barat tidak dijual.
"Jadi tidak ada cerita jual-jual pulau. Tetapi yang ada adalah pengelolaan pulau oleh investor," tegasnya Aminollah.
Pada tahun 2012, situs www.privatesilandsonline.com menampilkan pulau Indonesia yang akan dijual, dua diantaranya Gili Nanggu di Lombok Barat. Pulau ini ditawarkan dengan kisaran Rp9,9 miliar. Di samping itu, Pulau Panjang dan Meriam Besar di Pulau Sumbawa juga termasuk dalam daftar jual. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Anies Baswedan Soroti Dampak AI pada Remaja: Tantangan Besar Buat Orang Tua dan Guru
-
Jadi 'Sniper' Jaringan Kampung Narkoba Samarinda, Bripka Dedy Wiratama Terancam Pidana dan Dipecat!
-
Sempat Viral Karena Dicurangi Juri, Josepha SMAN 1 Pontianak Kini Dilirik MPR RI Jadi Duta LCC
-
Bantargebang Jadi 'Bom Metana' Dunia, Timbunan Sampah Tembus 80 Juta Ton!
-
Mendagri Dorong Penguatan Penggunaan Soft Approach dalam Mencegah Ekstremisme & Terorisme
-
MPR Batalkan Rencana Ulang LCC Empat Pilar Kalbar, Dua Sekolah Juga Sepakat
-
Kapal Global Sumud Flotilla Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak Tentara Israel!
-
Kecelakaan Maut Kereta Tabrak Bus di Bangkok, Masinis Positif Narkoba
-
Menteri PANRB: Kampus Jadi Kunci Cetak Talenta Digital ASN Masa Depan
-
Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!