Suara.com - PT Pertamina (Persero) menonaktifkan oknum pekerja berinisial Y yang telah ditetapkan menjadi tersangka penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) di Pekanbaru dan sekitarnya. Selain Y, Polisi juga telah menetapkan sejumlah tersangka lainnya.
Manajer Media Pertamina Adiatma Sardjito dalam rilis yang diterima di Jakarta, Selasa (9/9/2014), mengatakan penonaktifan Y terhitung sejak ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada 14 Juli 2014.
"Kami mendukung untuk mengusut tuntas masalah yang disangkakan kepada yang bersangkutan terkait dengan penyelewengan BBM di Terminal BBM Sei Siak, Pekanbaru periode 2008-2010," katanya.
Menurut dia, Y juga dikenakan sanksi pemotongan gaji. Ia melanjutkan apabila sudah ada keputusan tetap dan terbukti yang bersangkutan melakukan penyelewengan, maka hukuman bisa berujung pada pemecatan.
Adiatma menambahkan secara administratif tidak ditemukan selisih pengukuran di luar batas toleransi, baik berdasarkan batas perusahaan, apalagi internasional.
Menurut dia, Pertamina menetapkan batas toleransi selisih pengukuran maksimum 0,3 persen, sedangkan praktik terbaik internasional umumnya berlaku 0,5 persen.
Selisih pengukuran tersebut dapat terjadi karena antara lain penyusutan akibat penguapan, perubahan suhu, paralaks alat ukur, perubahan dasar tangki, atau perbedaan karakteristik media penampung.
Ia juga mengatakan saat ini konsumsi BBM di Indonesia mencapai sekitar 61 juta kiloliter per tahun. Volume itu terdiri atas 46 juta kiloliter BBM bersubsidi yang disalurkan Pertamina dan dua badan usaha swasta. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT