Suara.com - Pemerintah Inggris mengirimkan senapan mesin berat dan amunisi kepada pemerintah Irak untuk membantu memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Menteri pertahanan Inggris, Michael Fallon menggambarkan paket ini sebagai "paket pemberian awal" senilai 1,6 juta poundsterling. Selanjutnya akan ada biaya senilai 475.000 poundsterling untuk transportasi. Paket ini dijadwalkan tiba di Irak, Rabu (10/9/2014).
Persenjataan itu dikirim atas permintaan pemerintah Irak, dan juga untuk digunakan oleh pemerintah Kurdi, Fallon mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis kepada parlemen.
Fallon juga mengatakan, pihaknya "berkomitmen untuk membantu pemerintah Irak", termasuk dengan memberikan bantuan kemanusiaan bagi mereka yang menjadi sasaran kelompok militan ISIS, serta membantu pemerintah Irak mengembalikan stabilitas dan keamanan di seluruh negeri serta menanggulangi ancaman regional dan internasional yang lebih luas dari kelompok ISIS.
"Persenjataan yang dimiliki pasukan Kurdi kurang memadai dibanding kelompok ISIS, dan kita membantu mereka membela diri, melindungi warga negaranya dan memukul mundur kelompok ISIS," tambahnya.
Dalam pernyataan itu juga disebutkan, bantuan militer akan mencakup hampir setengah juta butir amunisi.
Sebelumnya, pada hari Selasa (9/9/2014) pesawat RAF tiba di Irbil, Irak utara mengangkut bantuan non-militer,seperti baju besi, helm dan paket ransum.
Pasukan ISIS mencapai kemajuan pesat di seluruh Irak dan Suriah, karena memiliki persenjataan canggih. Sebuah laporan oleh konsultan Konflik Persenjataan Penelitian yang berbasis di London yang diterbitkan pada hari Senin bahwa kelompok itu menggunakan senjata berat buatan AS, dan memiliki roket anti-tank yang diberikan oleh Arab Saudi untuk kelompok pemberontak Suriah. (The Guardian)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko