News / Internasional
Selasa, 09 September 2014 | 06:01 WIB
Seorang anggota ISIS di Mosul, Irak (Reuters).

Suara.com - Kelompok militan Negara Islam, yang sebelumnya menyebut diri mereka Negara Islam Irak dan Suriah, ternyata menggunakan senjata buatan Amerika Serikat dalam jumlah yang "cukup signifikan", demikian isi sebuah laporan pada Senin (8/9/2014).

Menurut Conflict Armament Research, lembaga asal London Inggris yang meneliti tentang persenjataan, mengatakan senjata-senjata buatan Amerika seperti senapan M-16 yang masih mempunyai lambang pemerintah AS banyak digunakan oleh para militan ISIS.

Hasil riset mereka juga menunjukkan bahwa kelompok itu memiliki roket-roket anti-tank yang mirip dengan roket M79 dari era 1980an, milik kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Suriah.

ISIS juga diyakini menguasai sejumlah besar senjata milik militer Suriah, termasuk pesawat-pesawat tempur. Senjata-senjata itu mereka rampas dari fasilitas-fasilitas militer Suriah yang berhasil mereka duduki.

Di Irak, ISIS merebut sejumlah besar peralatan militer AS yang ditinggalkan pasukan Irak saat mereka melarikan diri pada Juni lalu.

Beberapa peralatan buatan AS yang direbut ISIS antara lain mobil lapis baja Humvee, yang justru digunakan untuk melakukan aksi bom bunuh diri.

Dalam beberapa tahun terakhir AS memang menghabiskan miliaran dolar untuk melatih dan mempersenjatai militer Irak. Tujuannya agar Irak bisa menjaga keamanannya sendiri setelah tentara AS angkat kaki pada akhir 2011 silam. (Al Arabiya)

Load More