Suara.com - Kelompok militan Negara Islam, yang sebelumnya menyebut diri mereka Negara Islam Irak dan Suriah, ternyata menggunakan senjata buatan Amerika Serikat dalam jumlah yang "cukup signifikan", demikian isi sebuah laporan pada Senin (8/9/2014).
Menurut Conflict Armament Research, lembaga asal London Inggris yang meneliti tentang persenjataan, mengatakan senjata-senjata buatan Amerika seperti senapan M-16 yang masih mempunyai lambang pemerintah AS banyak digunakan oleh para militan ISIS.
Hasil riset mereka juga menunjukkan bahwa kelompok itu memiliki roket-roket anti-tank yang mirip dengan roket M79 dari era 1980an, milik kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Suriah.
ISIS juga diyakini menguasai sejumlah besar senjata milik militer Suriah, termasuk pesawat-pesawat tempur. Senjata-senjata itu mereka rampas dari fasilitas-fasilitas militer Suriah yang berhasil mereka duduki.
Di Irak, ISIS merebut sejumlah besar peralatan militer AS yang ditinggalkan pasukan Irak saat mereka melarikan diri pada Juni lalu.
Beberapa peralatan buatan AS yang direbut ISIS antara lain mobil lapis baja Humvee, yang justru digunakan untuk melakukan aksi bom bunuh diri.
Dalam beberapa tahun terakhir AS memang menghabiskan miliaran dolar untuk melatih dan mempersenjatai militer Irak. Tujuannya agar Irak bisa menjaga keamanannya sendiri setelah tentara AS angkat kaki pada akhir 2011 silam. (Al Arabiya)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam