Suara.com - Pemerintah Mesir dengan bangga mengumumkan rencana untuk membangun Terusan Suez baru pada bulan lalu dan untuk mencatat momen bersejarah itu Kairo mengatakan akan mencetak serangkaian perangko khusus edisi Suez.
Tetapi keputusan itu rupanya menjadi awal yang memalukan bagi proyek bernilai 8,4 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp100,2 triliun itu.
Betapa tidak, alih-alih menggunakan gambar Terusan Suez, perangko itu justru menampilkan gambar Terusan Panama, yang terletak jauh di belahan Bumi Amerika.
Akibat kesalahan ini, pemerintah Mesir pun menjadi bulan-bulanan di media sosial.
"Mesir meluncurkan perangko baru tentang 'Terusan Suez baru', tetapi malah mencuri sebuah gambar #Terusan Panama," tulis Amro Ali, ilmuwan dari Alexandria.
Belakangan seorang pejabat Mesir mengakui kesalahan pada perangko itu dan mengatakan kekeliruan itu akan segera diperbaiki. Prangko baru, yang sudah dikoreksi, akan dirilis pekan ini, ujar sumber tersebut.
Terusan Suez sendiri merupakan sebuah jalur strategis, yang menyediakan jalan pintas dari Eropa ke Asia atau sebaliknya. (Al Arabiya)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?
-
Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi
-
Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?
-
Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final
-
Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS
-
Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Ada Pendaftaran: Anak Lulus, Orang Tua Harus Lepas Bansos!
-
Indra Iskandar Menang Praperadilan, Hakim Perintahkan KPK Hentikan Penyidikan
-
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan