Suara.com - Ketua DPP PDI-Perjuangan Puan Maharani mengaku telah mengusulkan 50 nama calon menteri kepada presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla, namun dia mengaku baru mengusulkan nama belum dengan posisi menterinya.
"Memang kami belum usulkan (nama sekaligus posisi menterinya), baru hanya nama saja yang kami usulkan kepada Jokowi, belum ada nama fix yang kami plot pada posisi menteri," kata Puan ditemui di depan ruang sidang Paripuna Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2014).
Puan juga mengaku akan mempertimbangkan kepala daerah agar dapat maju sebagai calon menteri di Pemerintahan Jokowi-Jk setelah mempunyai beberapa pengalaman.
"Ini proses regenerasi karena sudah dua kali maju, dapat membantu dengan pengalaman di kabinetnya (Jokowi-JK) yang akan mendatang," ujarnya.
Puan mengaku 50 nama yang diajukan ke Jokowi-JK sudah melalui persetujuan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
"Banyak yang dari internal dan eksternal. Nama-nama ini akan terus mengerucut. Belum spesifik," tambah Puan.
Jokowi sendiri mengklaim sudah mengantongi sedikitnya 200 nama untuk disortir kembali menjadi 34 orang yang bakal membantunya di kabinet. Dari 34 nama, 18 berasal dari kalangan profesional dan 16 lainnya kader partai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya