Suara.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku siap menjalankan dan menerima apapun terkait gugatan terhadap Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah yang akan segera disidang dan diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
"Secara pribadi, saya menunggu hasil MK, dan apapun hasilnya pasti dijalankan," ujarnya ketika ditemui usai menghadiri Sosialisasi Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga melalui "MDGs Award" pada Hari Kontrasepsi Sedunia 2014 di Jakarta, Selasa (30/9/2014).
Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut, enggan berkomentar lebih jauh tentang UU Pilkada yang telah disahkan DPR pada Jumat (26/9/2014) dini hari lalu tersebut.
"Kalau saya sifatnya menunggu saja. Kalau sudah di MK itu artinya sudah masuk ranah hukum dan wajib menjalankan apapun putusan kontitusi," ucap birokrat yang juga politisi tersebut.
Sebelum disahkan menjadi UU, Pakde Karwo berpendapat bahwa Pilkada langsung oleh masyarakat merupakan bentuk fasilitas bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung.
"Masyarakat akan lebih tahu calon pemimpin yang dipilihnya," kata gubernur dua periode yang dipilih langsung oleh rakyat tersebut.
Ia menggambarkan, selama berlangsungnya Pilkada langsung di wilayahnya, berakhir dan berjalan aman, tertib serta tidak ada gesekan horizontal berarti dari kubu yang kalah dalam pertarungan pemilihan.
Hal itu, lanjut dia, menunjukkan masyarakat Jatim yang jumlahnya mencapai 38 juta jiwa siap, dan bukan sebuah permasalahan jika pilkada tetap dipilih langsung oleh rakyat. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
-
Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!
-
22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah