Suara.com - Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menyatakan, keinginan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pengajuan Perpu merupakan keinginannya sendiri dan bukan desakan dari pihak manapun.
"Perpu ini pun bukan atas desakan dari pihak kanan atau kiri. Perpu ini atas inisiatif Pak SBY, kecewa karena pilkada melalui DPRD. Karena beliau menginginkan Pilkada langsung dengan sepuluh perbaikan," kata Nurhayati di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (30/9/2014).
Selain itu ia juga mengaku, Ketum Demokrat dalam mengajukan Perpu belum memikirkan diterima atau tidak diterima oleh DPR. Namun Nurhayati mengaku optimistis Perpu dapat diterima lantaran menurutnya PD dalam memperjuangkan aspirasi rakyat memilih pilkada secara langsung sesuai dengan keinginan rakyat.
"Kita tidak bicara mengenai (menang kalah) tapi kami ada di tengah-tengah, kami ada bersama rakyat, tidak ke kanan atau ke kiri," kata Nurhayati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek
-
Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Sebut Sisa Genangan di 3 RT
-
Petinggi PBNU Bantah Terima Aliran Dana Korupsi Haji Usai Diperiksa KPK
-
Bertemu Dubes Filipina, Yusril Jajaki Transfer Narapidana dan Bahas Status WNI Tanpa Dokumen
-
Dianggap Menista Salat, Habib Rizieq Minta Netflix Hapus Konten Mens Rea
-
Antisipasi Banjir, Pramono Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta
-
Mengapa KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka Korupsi?
-
Polda Metro Gerebek Clandestine Lab Etomidate di Greenbay Pluit, WNA Tiongkok Jadi Peracik!
-
Roy Suryo Endus Manuver 'Balik Kanan' Eggi Sudjana soal Ijazah Jokowi, Ada Apa?